BERANDA
Aplikasi DESAKU | DESA TAMBAKAN : Kec. Gandusari - Kab. Blitar - Prov. Jawa Timur - Indonesia.

WEB OFFICIAL PELAYANAN PUBLIK
DESA TAMBAKAN : Kec.Gandusari - Kab. Blitar - Prov. Jawa Timur - Indonesia.
Kantor Desa : Jl. Merdeka No.01 Tambakan, Kec. Gandusari, Kabupaten Blitar, Jawa Timur [66187]

FOLLOW US
Selamat datang di Aplikasi DESAKU | DESA TAMBAKAN : Kec.Gandusari - Kab. Blitar - Prov.Jawa Timur - Indonesia
Si-MANIS
Sistem Pelayanan Administrasi
DESA TAMBAKAN

BERITA DAN FOTO
HOME AGENDA DAN BERITA GALERI FOTO ASPIRASI WARGA
POTENSI UNGGULAN DESA
GALERI UMKM CAFE SAUNG DESA BUMI PERKEMAHAN HOMESTAY RUMAH WARGA KOLAM PEMANCINGAN REST AREA
APARATUR DESA

PROFIL DESA
Sejarah Desa Wilayah Desa Arti Lambang Desa Visi dan Misi Pemerintah Desa Badan Permusyawaratan Desa
LEMBAGA MASYARAKAT DESA
RT/RW PKK Karang Taruna LPM LINMAS Tokoh Masyarakat Pendamping Desa
STATISTIK DESA
Data Wilayah Administratif Data Pendidikan Data Pekerjaan Data Jenis Kelamin Data Golongan Darah Data Perkawinan
SYARAT PENGAJUAN SURAT
Membuat Akta Kelahiran Membuat KTP Membuat Kartu Keluarga Pindah Nikah Keterangan JAMKESOS Keterangan Tidak Mampu Keterangan Domisili Keterangan Jual Beli Keterangan Bepergian Catatan Kepolisian Keterangan Kehilangan Keterangan Kematian
PROFIL UMKM
Aplikasi DESAKU | DESA TAMBAKAN : Kec. Gandusari - Kab. Blitar - Prov. Jawa Timur - Indonesia.

Pemerintah Desa Kademangan

Dilihat oleh : 189 viewers

.

KERAJINAN BONGKOL BAMBU GALERI 76 BAMBOO ART

UMKM 1 | 2022-08-17 - LIMBAH memanfaatkan limbah untuk cari rupiah. Begitulah Jumaro Joko Pratomo mengibaratkan upaya memberdayakan kawan-kawannya. Mereka adalah mantan warga binaan yang dilibatkan sebagai tenaga pembuatan produk kerajinan berbahan limbah bonggol bambu. Ada dua kata limbah dalam perumpamaan yang dikatakan Jumaro Joko Pratomo (43). Salah satunya adalah limbah bonggol bambu yang memang melimpah di desa-desa. Bahan itulah yang digunakan Joko untuk membuat produk kerajinan berbentuk patung primitif, bebek, jerapah, topeng, vas bunga, asbak, kap lampu, hingga sketsel. ”Limbah” yang lain dalam perumpamaan Joko tadi adalah sumber daya manusia atau para pembuat kerajinan tersebut. Mengapa disebut ”limbah”? ”Karena mereka warga yang tersisihkan di masyarakat. Cari surat kelakuan baik saja susah, apalagi melamar pekerjaan,” kata pria kelahiran Karanganyar, Jawa Tengah, 1972, itu.

BAMBBO ART

Mereka, yang dimaksud Joko itu, adalah kawan-kawannya yang pernah menjadi warga binaan di lembaga pemasyarakatan. Joko memberi lapangan pekerjaan mereka sebagai tenaga pembuat kerajinan dari limbah bambu. ”Tujuan utama kami adalah berusaha dengan modal seminim mungkin untuk memberi lapangan kerja kepada anak-anak,” kata Joko. Modal minim itu adalah bahan baku berupa limbah bambu yang merah dan melimpah. Joko pada tahun 2000 mendirikan usaha kerajinan yang ia beri nama Galeri 76 Bamboo Art di Kademangan, Kepanjen, Malang, Kabupaten Jawa Timur. Pada masa awal pendirian hingga tahun 2005, Joko bisa mempekerjakan 34 mantan warga binaan dan sejumlah pemuda putus sekolah. Pada tahun 2007, usahanya menyurut dan sempat vakum gara-gara Joko berspekulasi untuk terlibat dalam aktivitas politik. Kini ia berusaha bangkit kembali. Usahanya kini didukung 8 tenaga inti plus sekitar 30 tenaga musiman.


JOKO PURNOMO

Joko memajang karyanya pada setiap kesempatan, dari mulai Inacraft sampai hajatan seni, termasuk pada Festival Dawai Nusantara di Malang pertengahan Juni lalu. Harga mulai dari Rp 50.000 untuk produk kerajinan berbentuk bebek, Rp 300.000 untuk patung serigala, hingga Rp 1,5 juta untuk patung primitif. Juli ini ia sudah mulai mengekspor kerajinan berupa topeng dan patung primitif ke Kanada serta vas bunga dan jerapah ke Belanda. Setelah Lebaran mendatang, Galeri 76 sudah mendapat pesanan dari sebuah toko kerajinan di Jimbaran, Bali. Sebelumnya, Joko telah mengirim ke sejumlah toko kerajinan di Bali sebanyak tiga truk yang terdiri dari topeng, patung kepala hewan, kap lampu, hingga kentongan. Semuanya dari bahan bonggol bambu.


Bongkol Bambui Murah melimpah

Joko diuntungkan oleh bahan limbah tebangan pohon bambu yang cukup melimpah saat ini. Bahan antara lain didapat dari lahan yang akan digunakan sebagai areal properti di Malang dan sekitarnya. Bisa dikatakan relatif murah. Untuk satu truk, bonggol berikut limbah bambu lain dibeli dengan harga Rp 150.000. Belakangan seiring dengan permintaan pasar, Joko tidak hanya menggunakan bonggol bambu, tetapi juga ranting dan daun bambu kering. Ia menggunakan akar bambu jenis ori dan petung. Pertimbangannya, bambu ori mempunyai serat yang kuat dan bertekstur rapat, sedangkan petung mempunyai tekstur yang lebih besar. Keduanya bisa dimanfaatkan untuk jenis kerajinan yang berbeda. Untuk meja dudukan patung, Joko memerlukan bahan bonggol pohon kopi dan jati. Joko yang lulusan STM itu mengaku otodidak soal kerajinan akar bambu. Namun, ia mempunyai kegemaran menggambar sejak kecil. Bakat itulah yang membantunya membuat rancangan produk. Dalam penggarapan kerajinan bonggol bambu itu, peran Joko sebagai perancang sangat vital. Ia tidak menggunakan rancangan produk yang tetap. Materi bonggollah yang akan menuntun imajinasinya membuat rancangan. Bentuk serigala, harimau, naga, topeng dengan beragam ekspresi, serta patung primitif semua tergantung dari kondisi bonggol yang sangat variatif bentuknya. Serabut dan akar bambu menjadi inspirasi tersendiri bagi Joko. Pilihan usaha kerajinan bonggol bambu itu muncul secara tidak sengaja. Bapak dari empat anak itu sebelumnya bekerja di perusahaan penjualan otomotif. ”Suatu kali saya melihat bonggol bambu di pinggir Kali Metro, Malang. Saya lihat-lihat bentuknya kok seperti scorpion,” kata Joko. Dari bonggol itu ia kemudian membuat rancangan produk kerajinan dan menjualnya ke perusahaan pembuat kerajinan. Ternyata, desain produk bikinan Joko itu laku dijual. Terpikir olehnya kemudian untuk memproduksi sendiri produk kerajinan berbahan limbah bambu. ”Orang lain saja bisa menjual desain yang saya buat, masak saya enggak bisa,” kata Joko mengenang. Maka, sejak tahun 2000 Joko memberanikan diri keluar dari pekerjaan lama sebagai manajer cabang perusahaan travel. Kini usahanya melibatkan keluarga. Istrinya, Catur Widiati, berperan sebagai manajer keuangan, sementara anaknya, Intan, menangani pemasaran. Ternyata limbah menjadi berkah bagi Joko dan orang-orang yang terlibat dalam produksi kerajinan.



WEB OFFICIAL PELAYANAN PUBLIK
DESA TAMBAKAN : Kec.Gandusari - Kab. Blitar - Prov. Jawa Timur - Indonesia.
Kantor Desa : Jl. Merdeka No.01 Tambakan, Kec. Gandusari, Kabupaten Blitar, Jawa Timur [66187]

Semangat desaku, semangat pemuda, pemudi dan semua warga, ayo wujudkan desa maju bersama-sama. Giat belajar, bekerja dan beribadah. Kuatkan tekad membangun desa!!


IKUTI KAMI

MAKSUD DAN TUJUAN
Website ini bertujuan sebagai pusat informasi lokal desa, media promosi dan pengembangan potensi unggulan dan UMKM desa, media silaturahmi dan komunikasi perangkat desa dengan warga, alat untuk meningkatkan kemudahan dan kecepatan pelayanan administratif.


© Copyright (2022) TELEMATIKA SAINS - All Rights Reserved
Learn about our company work!